
Price Rp
61900 ,-
Disc
20 %
Price Rp
49520 ,-
|
Hubungan rahasia antara dua dinasti terkuat dunia
Oleh : Martin Jacques[1]
Jurnalis investigatif peraih berbagai penghargaan, Craig Unger menggambarkan secara cermat, jelas dan lugas hubungan yang telah dibina selama tiga puluh tahun tahun antara keluarga Bush dan Dinasti Saudi. Dalam buku ini, ia berani menanyakan dan menjawab beberapa pertanyaan terpenting dan kontroversial yang dihadapi zaman ini.
Sejak 11 September, dunia telah mengambil arah yang sangat berbeda. Penyebabnya adalah Amerika serikat dengan pemain utamanya pemerintahan Bush Jr. Buku ini mencari berbagai celah untuk melihat sifat dari pemerintahan ini, terutama hubungannya dengan Saudi Arabia, pengeksport minyak terbesar di dunia, penguasa kira kira 25% dari seluruh cadangan minyak yang dikenal.
Dinasti Bush Dinasti Saud adalah judul yang menunjukkan sebuah persekongkolan, tetapi buku ini tidak termasuk ke dalam buku-buku kelompok persekongkolan. Malahan buku ini secara sungguh-sungguh mencari hubungan antara Bush Sr. dan Bush Jr. (termasuk kroninya ) serta kelompok elit keluarga Saudi. Dalam buku ini terkadang hubungan itu terlihat sedikit lemah dan hanya bersandar pada berbagai laporan hubungan, tetapi hampir seluruhnya sangat kuat dengan riset yang baik, dan merupakan sebuah buku bijaksana yang memberikan penerangan kepada pembacanya daripada membingungkan atau mengganggu. Anda pasti akan melihat pemerintahan Bush, dan juga pembuat keputusan Amerika Serikat, melalui kaca mata atau pandangan yang berbeda di masa yang akan datang.
Kedekatan hubungan antara Amerika Serikat dan Saudi Arabia dimulai sejak sekitar 60 tahunan, tetapi apa yang menimbulkan hubungan yang lebih intim adalah krisis minyak tahun 1973. Sejak tahun 1970, produksi minyak Amerika mulai menurun, dan ketergantungan terhadap pasokan luar negeri meningkat: posisi Saudi Arabia menjadi penting dalam menjaga standar cara hidup Amerika. Sejumlah besar petrodollar yang mengalir ke saku keluarga kerajaan Saudi sebagai hasil dari kenaikan harga minyak, telah diinvestasikan di Amerika Serikat. Craig Unger mengestimasikan bahwa sejak pertengahan 70-an, sebanyak 85.000 orang Saudi yang sangat kaya telah menginvestasikan jumlah yang menakjubkan, 860 miliar Dollar di berbagai perusahaan Amerika. Houston, ibukota minyak di Amerika Serikat, mengambil keuntungan terbanyak dibandingkan kota-kota lain. Saat ini terlihat secara nyata keberadaan Saudi Arabia di Houston.
Keluarga Bush telah menikmati hubungannya yang lama dengan minyak: George Bush Sr. membeli sebuah perusahaan minyak pada tahun 1950 dan menjualnya beberapa waktu kemudian dengan keuntungan yang baik. James Baker adalah teman terpercaya dan sahabat seumur hidupnya, juga terlibat dengan minyak. Dia adalah partner Bush Sr. di Baker Botts, sebuah perusahaan penasihat hukum besar di Houston yang mewakili kepentingan industri minyak. Bush Sr. mulai menyusun tim kepresidenannya pada tahun 1978. Penyusunan ini didasarkan pada kerjasama politik baru di Houston, yaitu dengan perusahaan minyak besar (Pemerintahan anaknya kemudian mengambil lebih jauh dan secara telanjang mewakili industri minyak yang belum pernah terjadi sebelumnya). Tidak mengherankan, secara perlahan-lahan terjadi pertalian dengan kepentingan Saudi, terutama sosok Pangeran Bandar, seorang anggota keluarga kerajaan Saudi dan Duta Besar Saudi Arabia untuk Amerika Serikat selama bertahun tahun. Secara perlahan lahan dengan rajin dan teliti, Pangeran Bandar mencari akses ke elit politik Amerika, dan yang paling berhasil akses kepada keluarga Bush. Prince Bandar untuk jangka waktu yang lama adalah pusat figur Saudi di Amerika, memiliki kekayaan sendiri dalam jumlah yang besar dan teman dekat terpercaya dari Bush Sr. untuk dua generasi.
|